two-hand

Posted: 8th August 2010 by kaksai29 in Uncategorized

Jangan Kau kabulkan harapan ku
Agar aku selalu mendekat Mu
Jangan Kau beri ku
Agar aku selalu meminta Mu
Jangan Kau dengarkan ku
Agar aku selalu mencari Mu
Jangan Kau dekati ku
Agar aku selalu mengejar Mu
Sebelum aku tahu
Siapa diri Mu
Bukan ingin wujud Mu
Sebelum aku sadar
Siapa diri Mu
Bukan karena ajar
Sebelum aku menemui Mu
Didepan Mu
Dengan cinta Mu

Wisma Ukir, 24 Mei 2010:Kak Sai

jankis (jalan kita sob )

Posted: 8th August 2010 by kaksai29 in Uncategorized

Mengintip lereng pasir pertama
Agustus menyatu tanpa seteru aku ingat masih tahun itu dua ribu tujuh
September terbelah menyatu aku dan kamukamu sekutu baru
Aku ingat jelas tiga tahun yang lalu dalam bisu

Mengintip lagi,sejenak di danau bikin kacau
Meski ari mengelupas dan membekas sayatan itu terabaikan
Entah apa yang merangsang karang tumbuh dilautan gersang
Aku ingat memerah darah yang mentah menjadi tinta cinta

Mengupas ranting tak berdaun, kemudian
Berlompatan kakikaki kita yang kaku tak kuat laku
Menyeret mata diemperan buku mengangkat lidah ditrotoar persimpangan
Aku ingat bagaimana berlekuk liur untaian ambigu kita bersama

Mengupas daun ranum esok, kita lanjutkan lagi
Bergantung tanganmukamu melirik jalan yang gersang dimusim hujan
Merenggangkan jari mencubit pori negeri dengan lirih nan pasti
Aku ingat sangat begitu cepat melesat kalian kilatpun menunduk diri

Menakar angin bernyanyi dipasir terurai membatu
Yang kini mengadu dengan pilu digurun lepas
Beralas kertas bak emas dan secarik kain mengayun berlambaian
Aku ingin lihat saat itu,dan kemudian aku ingin meniru

Menakar benih kini, jalan kita sob
Kemana jalanmukamu menguntit langit membisu diseberang atau ikut
Bergelayut hanyut keruh dengan daun tertimbun dan ranting kering
Aku ingin mengusik meski dengan bisik yang berisik

Wisma Ukir, 26 Mei 2010:Kak Sai
(spesial Psiko B 07; Kandang; Tarbiyah;;Gendhong;dudutz)

titil pantai

Posted: 8th August 2010 by kaksai29 in Uncategorized

Tipis menepis raut pantai berkarang

Semakin curam ombak berloncatan dengan pusaran

Dititik pantai tercentang kemilau mutiaracahaya menggaramkristal

Puncak layar layu tergerus tangan tangan samudra

Kaya suasana senja di titik pantai

Terlena…….

Ternyata kaki belum beranjak dari titik

Karang mengangkang menatap langit pantai

Semakin girang berlarian menyelimuti titik

Anginpun tak henti bersabar mencumbu ganggang sempit rambut yang lusuh

Buih berlari bersandar bertabrakan di titik kaki pantai

Titik terkubur dalam lembur surya mulai kabur

Terpaku…….

Ternyata kaki belum beranjak dari titik

Mutiaracahaya larut dalam surut

Layar tersandar damai lunglai, lelah berkelana

Bayu merayu bukit tempat Pulang rasa kenyang berombongan

Titik resah basah oleh buih enggan kembali

Terhanyut hening menunggu esok bercengkerama mengejar camar

Terlena dan terpaku

Ternyata kaki belum beranjak dari titik

Kampus, 26 Mei 2010:Kak Sai

aku lelah

Posted: 8th August 2010 by kaksai29 in Uncategorized

aku berhenti bukan untuk kembali,tak pula mencaricari

sejenak merebahkan kaki,sekadar menghitung utuhkan jari ini

di kaki

janganjangan tertinggal tak kutahu,saat mengejar aromamu

terlalu lelah,atau iya memang aku kalah

tak apalah

lelah

kalah

lelah

kalah

lelahkalah

lelah

kalah

lelahkah lah

lelahkah???

ku jawab

LAH!!!!!!!!!!

Jogja, Agustus 2010; Kak Sai

maaf hanya untuk dia

Posted: 6th August 2010 by kaksai29 in Uncategorized

aku titipkan pada embun salamku
namun ia mengering
aku pasrahkan pada angin salamku
namun ia melayang
aku taruh pada bunga salamku
namun ia layu
aku kumpulkan pada awan salamku
namun ia berhujan

aku teteskan pada airmata salamku
namun ia tak mengalir

aku dan salamku
tak tersampaikan

jogja, 23 juli 2010

1/3an sendu

Posted: 6th August 2010 by kaksai29 in Uncategorized

Kau yang sedang akan menyelesaikan tantangan
ku berharapkan kau sempat merebahkan
mata dibaris tercatat

Inilah aku yang bukan dengn tidak sengaja
men-tag-mu bersama ku senja
Aku tak hendak memaksa
hatimu kian menyiksa dari

aku berujar tak harap pikirmu tak tersadar
dibacaan wajahmu yang sudah tulisan bersemu
jika sudah masih tak paham

tak usah beraut muka terpendam
kau tetap saja duduk disitu
bersila beratap daun sinar biduk
kemudian masih aku akan sudah berdiri

sendiri sampai angin berbisik
entah bagaiman duri atau peri yang terus

masih mengusik
kau yang sedang masih akan menunggu rintangan

inilah aku dipertigaan
pemotong sendu

Jogja, Agustus 2010; Kak Sai

Posted: 6th August 2010 by kaksai29 in Uncategorized

gadis siapa

gadis
Kak, kau memanggilku
Disudut kost sapen
Aku selalu
Menunggu saat kau
Berjalan ditatapan mataku
Iya
Ditatapan mata ini
Sembari sesekali ku mengutip
Lagulagu cinta para pujangga
Dari music yang
Mengiringi tidurku
Sekali lagi
Kau memanggilku,kak
Sembari menyenyumkan dengan
Manis gadis
Sampai ujung lorong
Belakang ku menatap
Punggungmu,gadis

Joga, Agustus 2010; Kak Sai

Read the rest of this entry »

gila

Posted: 23rd May 2010 by kaksai29 in Uncategorized

Kenapa kuliah bawah sepatu?
Kalo bawah sandal dibilang mau jalan-jalan
Kalo bawah minim tu rok mini
Kalo bawa topi tu mejeng
Kalo bawah atap tu lantai
Kalo bawah pohon adem pasti
Kalo bawa minum bagi-bagi dunkz
Kalo bawah makan boleh donk nebeng
Kalo bawah uang taruh di dompet ja
Kalo bawah-an tu buruh
Kalo kuliah bawah truk tu norak
Kalo kuliah bawa dokar tu jadul
Kalo kuliah bawah sarung tu pengajian
Bung
Kalo kuliah bawah kambing tu bonbin
Kalo kuliah bawah emas kilo-an tu sok-sok-an
Kalo kuliah bawah-an celana ilang tu kedoodran
Kalo kamu tersenyum tu mesum
Kalo kamu bingung tu linglung
Kalo kamu mumet tu kesambet
Kalo kamu tahu maksut tu good
Kalo kamu tertawa tu lihat bawah
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
“Gila”

Hello world!

Posted: 19th May 2010 by kaksai29 in Uncategorized

bidadari  mata air kataBlog.com.

bagi tementemen yang mau bernagi tulisan, silahkan share